Selasa, 17 Oktober 2017

PERHITUNGAN BIAYA PROSES AKUNTANSI BIAYA

PERHITUNGAN BIAYA PROSES
(PROCESS COSTING)

Penentuan biaya proses adalah suatu metode dimana bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya atau departemen.
Biaya yang dibebankan ke setiap unit produk yang dihasilkan ditentukan dengan membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya tersebut dengan jumlah unit yang diproduksi pada pusat biaya yang bersangkutan.

Karakteristik penentuan biaya proses
1.       Aktivitas produksi bersifat terus-menerus
2.       Produksi bersifat masa, dengan tujuan untuk mengisi persediaan yang siap untuk dijual
3.       Produk yang dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya relatif homogen dan berdasarkan standar
4.       Biaya dibebankan kesetiap unit dengan membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya dengan total unit yang diproduksi
5.       Pengumpulan biaya dilakukan berdasarkan periode waktu tertentu.

Ekuivalen unit dalam penentuan biaya proses
Unit ekuivalen produksi atau ekuivalen produksi adalah penyetaraan produk dalam proses tersebut menjadi produk jadi.
Terdapat dua metode aliran biaya untuk mengkalkulasi biaya produksi produk dalam proses, dengan perhitungan unit ekuivalen yaitu:
1.       Aliran biaya rata-rata tertimbang
Rumus: Produk selesai + (PDP Akhir x tingkat penyelesaian)
2.       Aliran biaya FIFO
Rumus: Produk selesai + (PDP Akhir x tingkat penyelesaian) – (PDP Awal x tingkat penyelesaian)

Contoh:
PT. BERDIKARI mempunyai data sebagai berikut:
Persediaan awal PDP                                                                     = 1.000 unit
(tingkat penyelesaian: 100% bahan baku, dan 80% biaya konversi)
Produk masuk proses                                                                     = 38.200 unit
Produk selesai di transfer                                                              = 38.000 unit
Persediaan akhir PDP                                                                    = 1.200 unit
(tingkat penyelesaian: 80% bahan baku, dan 75% biaya konversi)

Diminta: Hitung unit ekuivalen produksi menggunakan aliran biaya rata-rata tertimbang dan aliran biaya FIFO
Jawab:
Menggunakan aliran biaya rata-rata:
Rumus : Produk Selesai + (PDP Akhir x tingkat penyelesaian)

                                                                                Bahan baku                        Biaya konversi
                                                                                                                                (Tenaga kerja dan FOH)
                                                                                ------------------                  --------------------------------
Produk selesai                                                  38.000 unit                          38.000 unit
PDP Akhir:
1.200 x 80%                                                              960 unit
1.200 x 75%                                                                                                              900 unit
                                                                                ------------------                  --------------------------------
Unit ekuivalen produksi                                               38.960 unit                          38.900 unit

Atau:
Bahan baku        : 38.000 unit + (1.200 x 80%)        = 38.960 unit
Biaya konversi  : 38.000 unit + (1.200 x 75%)        = 38.900 unit

Menggunakan Aliran biaya FIFO
Rumus : Produk Selesai + (PDP Akhir x tingkat penyelesaian) – (PDP Awal x tingkat penyelesaian)

                                                                                Bahan baku                        Biaya konversi
                                                                                                                                (Tenaga kerja dan FOH)
                                                                                ------------------                  --------------------------------
Produk selesai                                                  38.000 unit                          38.000 unit
PDP Akhir:
1.200 x 80%                                                              960 unit
1.200 x 75%                                                                                                              900 unit
PDP Awal:
1.000 x 100%                                                      (1.000 unit)
1.000 x 80%                                                                                                             (800 unit)
                                                                                ------------------                  --------------------------------
Unit ekuivalen produksi                                               37.960 unit                          38.100 unit

Atau:
Bahan baku        : 38.000 unit + (1.200 x 80%) – (1.000 X 100%)       = 37.960 unit
Biaya konversi  : 38.000 unit + (1.200 x 75%) -  (1.000 X 80%)         = 38.100 unit

PERHITUNGAN BIAYA PER DEPARTEMEN:
Akuntansi, Biaya bahan:
Contoh:
PT. BOGOR adalah perusahaan mainan anak-anak dengan merk “BB”, perusahaan mempunyai dua departemen produksi yaitu departemen pemotongan dan departemen perakitan. Untuk kedua departemen tersebut perusahaan mempunyai dua akun produk dalam proses secara terpisah. Permintaan bahan baku yang digunakan departemen pemotongan sebesar Rp7.800.000, departemen perakitan sebesar Rp5.650.000
Buatlah jurnal permintaaan bahan baku tersebut:
Jurnal:
PDP-Departemen Pemotongan                 7.800.000
PDP-Departemen perakitan                       5.650.000
                Persediaan Bahan Baku                                                13.450.000

Akuntansi, Biaya Tenaga Kerja:
Contoh:
PT. CIANJUR adalah perusahaan perakitan  Radio dengan merk “GACA” Perusahaan mempunyai dua departemen produksi yaitu departemen perakitan dan departemen penyelesaian. Untuk kedua departemen tersebut perusahaan mempunyai akun produk dalam proses secara terpisah.
Selama bulan Agustus jam kerja langsung yang diserap departemen perakitan sebanyak 1.840 jam dengan tarif Rp2.000 per jam. Departemen penyelesaian 1.650 jam, dengan tarif Rp1.500 perjam
Buatlah jurnal penyerapan biaya tenaga kerja masing-masing departemen:
Jurnal
PDP-Departemen perakitan                                       3.680.000
PDP-Departemen penyelesaian                                               2.475.000
                Beban Gaji                                                                          6.155.000
Akuntansi, Biaya Overhead Pabrik:
Contoh:
PT. AGAM adalah perusahaan perakitan komputer dengan merk “LAPY”  perusahaan mempunyai dua departemen produksi yaitu departemen perakitan dan departemen penyelesaian.

Selama bulan Agustus telah dicatat dalam buku besar: Listrik, air dan telp.  Rp9.390.000, akumulasi penyusutan mesin Rp6.400.000, bahan tak langsung Rp4.260.000, dan tenaga kerja tak langsung Rp10.240.000
Diminta:
Buatlah jurnal penggunaan overhead pabrik tersebut:
Pengendali overhead pabrik                                      30.290.000
                Listrik, air dan telp                                                          9.390.000            
                Akumulasi penyusutan mesin                                         6.400.000
                Bahan tak langsung                                                         4.260.000
                Tenaga kerja tak langsung                                             10.240.000


Apabila sifat produksi berfluktuasi  dari bulan ke bulan maka digunakan pembebanan berdasarkan tarif yang ditetapkan sebelumnya atau ditetapkan dimuka untuk masing-masing departemen.
Contoh:
PT. ICO Com adalah perusahaan perakitan radio dengan merk”ICOM” perusahaan mempunyai dua departemen perakitan dan departemen penyelesaian. Untuk kedua departemen tersebut perusahaan mempunyai akun produk dalam proses yang terpisah.
Perusahaan membebankan biaya overhead pabrik berdasarkan jam mesin, dengan tarif ditentukan dimuka untuk departemen perakitan Rp3.500 per jam mesin dan departemen penyelesaian Rp3.900 per jam mesin.
Selama bulan September jam mesin yang digunakan  pada departemen perakitan 4.050 jam mesin, departemen penyelesaian  3.700 jam mesin, BOP aktual Rp30.290.000
Diminta:
Buatlah jurnal:
PDP- Departemen perakitan                                                      14.175.000
PDP-Depatemen penyelesaian                                                 14.430.000
                Biaya overhead pabrik dibebankan                                         28.605.000

Biaya overhead pabrik dibebankan:
4.050 x Rp3.500                 = Rp14.175.000
3.700 x Rp3.900                 = Rp14.430.000

BOP Aktual                         Rp30.290.000
BOP Dibebankan              Rp28.605.000
                                                -----------------
Under Applied                  Rp  1.685.000









LAPORAN BIAYA PRODUKSI

Dalam penentuan biaya proses, semua biaya yang dibebankan ke setiap departemen produksi dapat dikhtisarkan dalam laporan biaya produksi untuk masing-masing departemen.
Laporan biaya produksi memiliki format yang beragam, tetapi minimal memuat informasi sbb:
1.       Skedul kuantitas, memuat informasi produk dalam proses awal, produk masuk proses pada periode bersangkutan, produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya atau gudang, produk dalam proses akhir, produk hilang, produk cacat, dan produk rusak.
2.       Biaya dibebankan, memuat informasi biaya produk dalam proses awal, biaya yang dibebankan dari departemen sebelumnya, biaya dibebankan periode bersangkutan, unit equivalen dan biaya per unit masing-masing elemen biaya.
3.       Pertanggungjawaban biaya, memuat informasi biaya yang ditransfer ke departemen berikutnya atau gudang, biaya produk yang hilang akhir proses, biaya produk rusak, biaya produk cacat, biaya yang telah diserap produk dalam proses.

Contoh:
PT.  JACO adalah perusahaan pengolahan nanas yang dikemas dalam kaleng, pengolahan dilakukan melalui satu tahap pengolahan yaitu melalui departemen pengolahan.
Awal September perusahaan baru mulai beroperasi, dengan mengolah nanas sebanyak 8.000 kg, pada akhir September produk selesai yang ditransfer ke gudang sebanyak 7.600 kg, sedangkan yang 400 kg masih dalam proses dengan tingkat penyerapan biaya bahan baku 100%, biaya tenaga kerja 75%, dan biaya overhead pabrik 80%. Biaya yang dikeluarkan untuk mengolah nanas tersebut adalah:
Biaya bahan baku            Rp6.000.000
Biaya tenaga kerja           Rp4.740.000
Biaya FOH                           Rp3.168.000

Diminta:
Susunlah laporan biaya produksi PT. JACO untuk bulan September 2012




PT. JACO
Departemen Pengolahan
Laporan Biaya Produksi
Untuk Bulan September 2012
Skedul Kuantitas



Produk Masuk Proses
8.000 kg


Produk Selesai
7.600 kg


Produk dalam proses akhir
(100% bahan, 75% Tenaga kerja, 80% BOP)
400 kg



8.000 kg


Biaya dibebankan



Elemen Biaya
Total
Unit Ekuivalen
Biaya/kg

Bahan baku
6.000.000
8.000 kg
750

Tenaga kerja
4.740.000
7.900 kg
600

BOP
3.168.000
7.920 kg
400

Total
13.908.000

1.750

Unit Ekuivalen : Produk selesai + (PDP Akhir x tingkat penyelesaian)
Bahan baku
Tenaga Kerja
BOP
7.600 kg + (400 kg x 100%) = 8.000 kg
7.600 kg + (400 kg x 75%) = 7.900 kg
7.600 kg + (400 kg x 80%) = 7.920 kg
Pertanggungjawaban Biaya
Biaya produk selesai ditransfer
7.600 kg x Rp1.750

Rp13.300.000
Produk dalam proses akhir:



Bahan baku
400 kg (100% x Rp750
Rp300.000

Tenaga Kerja
400 kg (25% x Rp600
Rp180.000

BOP
400 kg (80% x Rp400
Rp128.000




Rp608.000
Total


Rp13.908.000

Tidak ada komentar: